Kandungan Zat Lilin Pada Mie Instant, Fakta Atau Hoax?

Kamuiyakamu.com – Benarkah mengonsumsi mie instant berbahaya bagi tubuh karena terdapat kandungan zat lilin yang katanya sangat sulit dicerna tubuh dan bisa menyebabkan kanker?

Tentunya informasi ini pernah kamu dengar sebelumnya entah dari teman atau internet. Sebagai manusia yang dibekali dengan akal pikiran, tentu saja tak seharusnya kita langsung menerima informasi yang kita terima begitu saja.

Ada baiknya di era internet ini, coba lakukan browsing untuk mengonfirmasi apakah informasi tersebut benar valid atau cuma hoax.

Dalam kasus rumor mengenai adanya zat lilin dalam mie instant yang berbahaya bagi kesehatan, berhasil ditemukan informasi dari The Florida Times-Union bahwa pada tahun 1997, New York Daily News memeriksa setiap elemen Nissin Cup Noodles with Shrimp dan tidak menemukan zat lilin.

Snopes.com juga melihat dua merek ramen (Sapporo Ichiban dan Nissin’s Choice) dan tidak menemukan bukti adanya zat lilin juga.

Di indonesia sendiri beredar isu kalau BPOM telah mengecek produk mie instant yang beredar di Indonesia dan juga tidak menemukan adanya zat lilin. Meskipun informasi resminya belum bisa ditemukan.

Tapi, yang pasti dalam pemberitaan di media-media pada 2010 lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menjamin seluruh merek mie instan (yang terdaftar) buatan dalam negeri aman untuk dikonsumsi.

fakta mie instant hoax zat lilin

Gambar ilustrasi mi instant, apakah mi instant mengandung zat lilin, inilah fakta tentang mi instant yang perlu kamu ketahui.

Nah, sumber lainnya yang menyatakan bahwa mie instant tidak mengandung zat lilin adalah Prof.Dr.F.G.Winarno, mantan Presiden Codex & Ketua Dewan Pakar Pusat Informasi Produk Makanan dan Minuman.

Beliau mengungkap bahwa mie instant bisa awet dan tahan simpan karena dalam salah satu cara pembuatannya adalah dengan cara penggorengan atau deep frying yang membikin kadar air mi instant jadi amat rendah (sekitar 5%) sehingga tidak memungkinakn bagi bakteri pembusuk untuk hidup dan berkembang biak.

Karena proses deep frying tersebut menggunakan minyak goreng, maka tidak aneh jika sewaktu mi dimasak terlihat berminyak. Tapi, tidak ada kandungan lilin dalam mi instan karena lilin adalah senyawa inert untuk melindungi makanan agar tidak basah dan cepat membusuk. Dan itu terdapat secara alami pada makanan seperti apel dan kubis.

Kemudian beliau juga mengungkap bahwa cara memasak mi instan dengan membuang air rebusan yang pertama adalah salah. Justru air rebusan mi yang pertama itu mengandung kandungan betatakaroten yang tinggi. Semua vitamin (dari minyak dan bumbu) yang larut dalam air, terdapat dalam air rebusan yang pertama ketika memasak mie.

Apabila air rebusan diganti dengan air matang baru, maka semua vitaminnya terbuang bersama air rebusan yang pertama tadi. Sedangkan kandungan betakaroten dan tecoferol dalam minyak sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita.

Itulah fakta-fakta tentang rumor adanya zat lilin dalam mi instant, selanjutnya apakah kamu masih suka membuang air rebusan yang pertama atau tidak, itu terserah kamu yang penting sudah mengetahui faktanya.

Karena, berdasarkan diskusi di forum Kaskus sendiri, ada salah satu member yang bilang kalau airnya gak diganti jadinya kurang segar. Setiap orang punya selera masing-masing.

Fakta lainnya yang perlu dicatat bahwa mi instant memang mengandung bahan pengawet, yaitu pada kecap dan sausnya, untuk itu kita tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya setiap hari. Menurut sebuah sumber sih terdapat nipagin, yang berfungsi menahan laju pertumbuhan mikroba yang membuat makanan cepat rusak.

Bila kecap pada mie instant adalah 4 gram, maka kandungan nipaginnya ialah 1 mg. Jumlah segitu masih dalam batas aman karena standar maksimum di Indonesia adalah 250 mg/kg produk.

Meskipun menurut BPOM, penggunaan nipagin di Indonesia masih dalam batas aman. Namun, seiring perkembangannya, produsen mi instant tertentu sudah tak lagi menggunakan nipagin dalam kecapnya.

Pada akhirnya, tentu saja sebagai orang yang cerdas kita tahu bahwa sesuatu yang aman pun kalau dikonsumsi secara berlebihan pasti pada akhirnya akan membahayakan. Misalnya saja, air putih yang katanya menyehatkan, toh kalau dikonsumsi secara berlebihan pun bakal menimbulkan masalah.

Jadi, tetaplah bersikap bijak dalam mengonsumsi mie instant, ada yang menyarankan sih sebaiknya makan mi instant maksimal 3 kali seminggu aja. Semoga informasi ini bermanfaat kawan! Siapa takut makan mi instant? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *