Arti Kata Autis, Apakah Autisme Itu Penyakit Atau Sifat?

Kamuiyakamu.com – Arti kata autis bagi sebagian orang masih dianggap rancu.

Mungkin dalam kehidupan sehari-hari pernah kita jumpai adanya olok-olokan atau candaan terhadap seorang teman yang dianggap aneh atau terlalu sibuk dengan gadgetnya dengan sebutan autis. Sebenarnya, hal tersebut sangat tidak dibenarkan.

Sebutan autis yang kerapkali diucapkan itu sebenarnya berasal dari kata autisme. Autisme adalah suatu kondisi seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita yang membuat dirinya tidak dapat bersosialisasi dengan orang lain ataupun berkomunikasi secara normal, yang mengakibatkan bahwa anak tersebut akan terisolasi dan masuk dalam dunia repetitive (yang di dalamnya terjadi kegiatan yang berulang-ulang serta terjadinya aktivitas dan minat yang obsesif) (Baron-Cohen, 1993).

Apakah autis adalah penyakit atau sifat?

Kurang tepat jika menyebut autisme itu sifat ataupun penyakit. Autis adalah suatu kondisi. Dan orang yang memiliki kondisi autis lebih tepat disebut sebagai penyandang autis. Oleh karena itu, amat jahat bila kita menggunakan istilah autis untuk bahan becandaan.

Bayangkan, bagaimana perasaan orang yang diolok-olok akibat kondisi kelainan yang mereka dapatkan semenjak lahir? STOP memakai istilah autis untuk bahan bercanda mulai dari sekarang!

Perlu kamu ingat bahwa menurut para dokter, autis bukanlah penyakit dan tidaklah menular. Jadi, apabila ada seseorang yang diketahui sebagai penyandang autisme di sekitar lingkunganmu, jangan ragu untuk mendekatinya dan mengajaknya berteman. Tidak ada yang perlu ditakuti dari penyandang autisme karena autisme itu hanyalah gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan mereka tidak dapat fokus terhadap sesuatu.

Autisme juga bukanlah penyakit kejiwaan karena ia merupakan suatu gangguan yang terjadi pada otak sehingga menyebabkan otak tersebut tidak dapat berfungsi selayaknya otak normal dan hal ini termanifestasi pada perilaku penyandang autisme.

arti kata autis

Penyebab autisme

Hingga saat ini masih belum diketahui apa penyebab autisme secara pasti, akan tetapi hal yang diyakini sebagai penyebab autisme diantaranya faktor genetik atau keturunan dan faktor lingkungan seperti misalnya karena pengaruh zat kimiawi. Unsur merkuri dianggap berpotensi menyebabkan autisme pada anak.

Baca juga : Penyakit Akibat Defisiensi Atau Kekurangan Vitamin D

Gejala autisme

Gejala autisme dapat bermacam-macam dan berbeda tiap individu. Secara historis, para ahli dan peneliti dalam bidang autisme mengalami kesulitan dalam menentukan seseorang sebagai penyandang autisme atau tidak. Persoalan lain yang memengaruhi keakuratan suatu diagnosa seringkali juga muncul dari adanya fakta bahwa perilaku-perilaku yang bermasalah merupakan dampak dari pola asuh yang kurang tepat.

Gejala-gejala autisme dapat dilihat apabila seorang anak memiliki kelemahan di tiga domain tertentu, yaitu sosial, komunikasi, dan tingkah laku yang berulang.

The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut, meski belum tentu juga anak tersebut menyandang autisme karena karakteristik gangguan autisme itu sangat beragam.

  • Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan
  • Anak tidak memperlihatkan kemampuan gestural (menunjuk, melambai, menggenggam) hingga usia 12 bulan
  • Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan
  • Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan
  • Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu

Bagaimana pengobatan autisme?

Karena autisme bukanlah penyakit, maka tidak ada obat untuk autisme. Terapi dan intervensi perilaku dirancang untuk memperbaiki gejala spesifik dan dapat meningkatkan perkembangan anak secara substansial. Tidak seperti gangguan perkembangan lainnya, tidak banyak petunjuk treatment yang telah dipublikasikan apalagi prosedur yang standar dalam menangani autisme.

Bagaimanapun juga para ahli sependapat bahwa terapi harus dimulai sejak awal dan harus diarahkan pada hambatan maupun keterlambatan yang secara umum dimiliki oleh setiap anak autis, misalnya; komunikasi dan persoalan-persolan perilaku.

Dengan terapi yang tepat, penyandang autisme bisa memperbaiki gejala autis yang dimiliki, meski pada sebagian orang akan tetap memiliki beberapa gejala autis sepanjang hidup mereka.

Add Comment