Heboh, Pedagang Sayur Ini Jualan Pakai Motor Sport

Kamuiyakamu.com – Heboh, pedagang sayur jualan pakai motor sport. Berita ini selama beberapa hari menghiasi media-media di tanah air.

Karena boleh dibilang apa yang dilakukan penjual sayur satu ini cukuplah unik. Bukan pakai gerobak atau motor biasa, tapi penjual sayur yang unik ini menjajakan dagangannya pakai motor sport yang harganya 50-an juta rupiah.

Adalah Tanto Dwi Anggoro, yang sebelumnya bukanlah orang terkenal tiba-tiba saja belakangan ini menjadi pembicaraan banyak orang di media sosial.

Tak lain dan tak bukan karena pria yang berusia 29 tahun tersebut dengan penuh percaya diri berjualan sayur keliling dengan menggunakan motor sport Yamaha R25 250 cc. Untuk sekedar diketahui bahwa harga motor ini berkisar Rp. 54 juta.

Banyak komentar miring yang ditujukan kepadanya baik dari teman-teman ataupun para pelanggannya. Namun, Dwi hanya menanggapinya santai.

“Banyak yang komentar kalau saya ini gila, pelanggan saya juga bilang ‘nggaya’, masak tukang sayur saja naik motor balap kayak gini. Kenapa enggak sekalian pakai mobil,” ujar Dwi terkekeh.

Tak hanya di kehidupan nyata Dwi mendapatkan komentar miring, akan tetapi juga di situs media sosial seperti Facebook contohnya. Pada komentar pembaca di postingan fanpage salah satu situs berita nasional, ada komentar yang menganggapnya cuma cari sensasi.
heboh jualan sayur pakai motor
Namun, tak sedikit pula yang memuji dan memberikan dukungan kepada Dwi. Contohnya, pada salah satu komentar menilai bahwa berita penjual sayur menggunakan motor sport itu sebagai inspirasi. namun, ada juga yang memberikan komentar lucu seperti, “Nanti aq mau beli ferary buat jualan tempe..biar masuk berita”.

Mungkin sebagian dari pembaca akan bertanya-tanya darimana dia mendapatkan motor yang harganya terbilang tidak bersahabat bagi kantong rakyat kecil itu?

Ternyata, motor itu diperolehnya berkat ketekunan dan kerja kerasnya. Dia menabung selama lebih dari 6 tahun untuk memboyong motor impian banyak anak muda itu ke rumahnya. Meskipun pada akhirnya dipergunakan untuk jualan sayur.

“Setiap hari saya nabung Rp 20.000 dari jualan sayur keliling. Setelah terkumpul dan mendapat pinjaman dari saudara, saya belikan motor ini. Saya beli kontan,” kata Dwi seperti dilansir Kompas, Minggu (28/12/2014).

Meski profesi seorang penjual sayur kerap dipandang remeh oleh orang. Akan tetapi, Dwi mampu membuktikan bahwa dia juga bisa mandiri dan mengumpulkan penghasilan yang tak kalah dengan pegawai kantoran ataupun pedagang yang memiliki kios di pasar.

Berdasarkan pengakuannya, setiap harinya ia mampu mengantongi laba sebesar Rp. 250 ribu dari berjualan sayur secara keliling di kota Magelang.

Jumlah tersebut meski bagi sebagian orang mungkin dianggap kecil dan tidak bisa membuat Dwi cepat menjadi orang kaya. Akan tetapi pria 29 tahun tersebut mengaku lebih dari cukup buat memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.

Ya, jangan terlalu dipusingkan mas apapun omongan orang. Karena mas Dwi juga kerja keras tidak merugikan orang lain. Malahan kami mendo’akan agar mas Dwi bisa sukses untuk membuktikan kepada semua orang bahwa kerja keras secara jujur bisa membuahkan hasil yang manis.

Reply