Tiket Penerbangan Murah Rencananya Akan Dihapus

Kamuiyakamu.com – Wacana tentang penghapusan tiket penerbangan murah mendapat reaksi pro dan kontra di masyarakat.

Ada yang setuju dan ada yang tidak. Tentunya, mereka yang pro dan kontra memiliki pandangannya sendiri-sendiri.

Setelah beberapa waktu lalu publik dikejutkan dengan berita jatuhnya pesawat sipil yang diduga akibat cuaca buruk. Kini, publik terutama yang suka membeli tiket pesawat murah dibuat terkejut lagi dengan berita tentang akan dihapuskannya tiket penerbangan murah.

Rencananya, dalam waktu dekat Menteri Perhubungan Ignasius jonan akan mengeluarkan peraturan mengenai pengaturan tarif batas bawah untuk maskapai berbiaya murah atau yang dikenal juga dengan LCC (Low Cost Carrier).

Peraturan yang rencana segera terbit tersebut mengatur tarif batas bawah sebesar 40 persen dari patokan tarif batas atas. Dengan munculnya peraturan itu berarti ke depan tidak akan ada lagi tiket penerbangan yang ditawarkan dengan harga sangat murah. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid di Kemenhub, Jakarta, Selasa (6/1).

“Nggak ada lagi ke depan tawaran tiket murah seperti Rp 50.000. Batas bawah ditetapkan 40 persen. Suratnya sendiri masih tunggu pengesahan Menkumham,” ujarnya.

Kemenhub yang berfungsi sebagai regulator memiliki pertimbangan tersendiri atas pengaturan tarif maskapai berbiaya murah tersebut.

ilustrasi tiket pesawat

Ilustrasi tiket pesawat

Pengaturan tarif batas bawah ini dikarenakan adanya pengaruh harga tiket yang murah terhadap faktor keselamatan penerbangan. Perang harga bisa berpotensi memicu maskapai mengabaikan faktor keselamatan.

Jadi, dalam hal ini maskapai penerbangan dituntut untuk tak hanya memprioritaskan segi keuntungan akan tetapi juga keselamatan penumpang.

“Agar maskapai punya ruang finansial yang cukup untuk tingkatkan standar safety. Kita nggak masalah kurangi standar layanan. Seperti maskapai LCC nggak dapat snack, tukar kursi bayar. Tapi yang kurangi standar safety nggak boleh,” jelasnya.

Sebelum adanya aturan ini, sebenarnya Kemenhub memiliki ketentuan tarif batas bawah sebesar 30 persen untuk maskapai LCC. Akan tetapi, regulasi ini bisa diperlunak jika maskapai mengajukan usulan harga tiket promosi. “Dulu Airlines bisa ajukan pertimbangan harga. Sekarang nggak bisa bisa,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Kementerian Perhubungan juga akan memperketat aturan izin angkutan udara hingga tingkat menteri, dari yang selama ini hanya tingkat Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

“Izin usaha angkutan udara yang selama ini cukup Dirjen saja, nanti kemungkinan akan ditingkatkan ke menteri,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata di Kemenhub, Jakarta, Selasa (6/1).

Bagaimanapun, meski peraturan ini ditujukan demi kebaikan penumpang dari segi keselamatan. Tentu saja ada beberapa pihak yang menentangnya, salah satunya protes dari Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia). Ketua Asita, Asnawi Bahar mengatakan kebijakan itu bakal membuat industri pariwisata Tanah Air kian terpukul.

“Bagaimanapun LCC membantu industri pariwisata, seat capacity lebih besar. Kalau tidak ini, lama-lama berbahaya untuk pariwisata,” kata Asnawi ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (07/01/2014).

Lalu, bagaimana menurut kamu apakah setuju bahwa tiket penerbangan murah seharusnya dihapus ataukah menentangnya? kemukakan alasanmu dalam kolom komentar di bawah ya kawan. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *